Senin, 06 November 2017

Have you introspected yourself?



Judulnya cliche banget ya?
Tapi, beneran, have you truly really introspected yourself?
But be careful, too introspection can cause overthink or flopping yourself


Sebenernya jalan Tuhan yang dikasih ke kita itu beneran rahmat dan berkah banget, setiap jalan kita dan setiap detiknya, tergantung gimana kamu menyadari dan menyikapinya. Disaat kamu mau ambil jalan A tapi ternyata tidak direstui Tuhan dan tanpa sadarnya kita, kita dikasih jalan B yang jauh jauh jauuuuh lebih baik untuk kita, kalau kamu sadar disaat itu juga, sungguh besar banget bangeeeeeet kebesaran Tuhan itu rasanya. Jadi kalau ada planning kamu yang tidak jalan semestinya, lets say, "what the next miracle ya?"

Jadi cerita awalnya kenapa aku kepingin sharing hal-hal seperti ini berawal dari lingkungan terdekat aku yang bikin terasa gerah dan harus move on dari keadaan saya sebelumnya. Alhamdulillah kondisi fisik aku udah cukup kuat untuk bisa beraktivitas seperti biasa, seperti berkarya dan sedikit bekerja pelan-pelan dirumah. Nah, memang ada moment-moment pait banget sampai akhirnya aku sadar inilah penyemangat aku biar aku bisa segera mandiri. Disaat moment pait ini, namanya juga manusia ya, paling suka banget kan ngomongin keburukan orang, apalagi orang itu merugikan kita berkali-kali ngga pake pandang waktu mau itu pagi, siang, sore, malam. Paling sedap lagi pas sharing keburukan orang itu ada sesama korban dari orang tersebut. Makin anget dan akrab banget rasanya ngobrol sama sesama korban 😆

Pada akhirnya, aku sendiri merasa harus segera bangun dan harus banget segera move on dari masa-masa ngga enak seperti ini. Doa, usaha, dan tanya sana sini untuk memperlancar langkah lanjutan. Karena kondisi pait udah makin terasa ngga enak, rasanya usaha-usaha kemarin kok kaya terasa nihil dan ga ada hasilnya banget. Kesel dari dua faktor. Agak cenderung putus asa itu pasti. Dan dengan keteguhan dan percaya dengan kebesaran Tuhan, rasa-rasanya cara-cara aku kemarin ada yang salah. Jadilah aku searching apa yang salah dari usaha-usaha aku kemarin, termasuk apakah ibadah dan doa saya sudah benar atau gimana.

Dan inilah hasil analisis dari sebuah blog yang aku temuin. Ternyata apa yang aku lakukan itu selama ini salah banget, menjadi kebiasaan karena pemakluman lingkungan sekitar yang setiap harinya semua orang lakukan. Apa itu?

Apa yang membuat doa-doa kamu ditunda dikabulkan yaitu ada beberapa faktornya :
  • Seperti halnya aku, aku mengaku mengenal Allah, tapi aku ga memenuhi hak-hak Allah yang sudah banyak ditulis di Quran
  • Mengaku mencintain Rasulullah, tapi ga pernah melakukan sunnah-sunnahnya
  • Baca Quran setiap hari, tapi ga memaknai dengan benar isi-isi di dalamnya
  • Tau banget kalo setan itu musuh utama kita, para manusia, tapi tetep aja melakukan apa pun rayuan-rayuannya
  • Nah, inilah yang paling bikin aku nyesek banget, selalu sibuk menghitung dan mengumbar-umbar aib orang lain, padahal kita sendiri pasti banyak banget aibnya dan pastinya kita ga pengen aib kita kedengeran secuilpun sama orang lain
  • Percaya kita pasti bakal mati, tapi kita ga mempersiapkan diri buat menghadapi kematian itu sendiri
  • Setiap saat kita sebenernya dikasih nikmat dan rejeki buanyaaak buangeeet tapi selalu lupa siapa sih sebenernya yang udah ngasih semua nikmat itu, lupa bersyukur

Nah point-point diatas tadi udah pernah aku share di instagram story aku, dan ada beberapa temen-temen aku yang terasa "tertampar" sama point-point diatas. Karena kita terbiasa hidup seenak kita, dan menjalani hidup dengan judul "yang penting udah ibadah, udah inget Allah" tanpa meng instrospeksi diri sendiri.

Setelah aku dalami, makin banyak dan makin sering aku ngomongin keburukan seseorang, ternyata tanpa aku sadari sebenernya aku pun selalu dan sering bertingkah kaya gitu. Kaya contohnya, aku selalu kesel sama orang yang arogan dan meremehkan orang lain, dan ternyata, beberapa bulan kemarin rasanya cara berbicara aku sama teman-teman ga jauh dari sifat arogan dan meremehkan orang lain. Rasanya kalau menggambar, part yang salah pengin aku hapus pakai penghapus sampe putih lagi, tapi kalau hidup kan, ya sudah. Kata-kata yang keluar dari mulut aku cuma bisa nempel di memori teman-teman yang mendengarkan atau yang baca (in case status aku di sosmed).

Se simpel itulah kalau kamu percaya karma. Kalau menurut aku kalau kamu selalu membicarakan keburukan, tanpa kamu sadari keburukan itulah yang selalu ada di dalam diri kamu sendiri. Jadi, detox otak dan mulut kamu dari sekarang. Introspeksi, rem semua omongan buruk tentang orang lain. Semoga kita semua jadi manusia yang istiqomah yaa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar